DIKSARA.com – Upaya pengembangan destinasi wisata Geyser Cipanas Cisolok di Desa Wangunsari, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, terus dimatangkan. Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cisolok menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas usaha desa sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Camat Cisolok, Okih Fajri, mengatakan dukungan pemerintah kecamatan merupakan wujud komitmen dalam mengoptimalkan potensi wisata berbasis kearifan lokal yang telah lama dikenal masyarakat. Menurutnya, potensi unggulan Desa Wangunsari, khususnya Geyser Cipanas, akan terus dikembangkan agar memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi warga sekitar.
Selain kolam pemandian air panas yang menjadi daya tarik utama, kawasan wisata tersebut akan dilengkapi wahana tambahan berupa flying fox dengan panjang lintasan sekitar 50 meter. Penambahan fasilitas ini diharapkan mampu menambah variasi atraksi sekaligus meningkatkan minat kunjungan wisatawan.
Pengembangan juga mencakup penyediaan wahana sepeda gantung untuk memperkaya pengalaman wisata pengunjung. Dalam waktu dekat, pihak terkait akan melakukan pemetaan area sebagai tahap awal realisasi program. Fasilitas baru tersebut ditargetkan dapat dimanfaatkan pada momentum libur Idulfitri mendatang.
Tidak hanya terfokus di Desa Wangunsari, pemerintah kecamatan turut menjalin kolaborasi dengan Desa Cikahuripan dalam pengembangan camping ground dan wisata alam terbuka. Penataan kawasan tetap mengedepankan aspek keselamatan melalui penyediaan fasilitas pendukung serta penanaman pohon pelindung di sekitar area.
Dua desa yang letaknya berdekatan ini didorong untuk mengoptimalkan peran BUMDes masing-masing dalam mengelola potensi wisata secara profesional. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan usaha desa dan PADes secara berkelanjutan.
Dengan pengembangan yang terencana, Geyser Cipanas Cisolok diharapkan dapat menjadi destinasi unggulan di wilayah Kecamatan Cisolok sekaligus menggerakkan pertumbuhan ekonomi berbasis potensi alam dan kearifan lokal.***






