Disperkim Sukabumi Bangun Landmark ‘Kasepuhan Gelar Alam’ sebagai Wujud Pelestarian Budaya Sunda

- Admin

Senin, 6 Oktober 2025 - 17:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
Traktir Kopi

Disperkim bangun landmark Kasepuhan Gelar Alam sebagai simbol pelestarian budaya Sunda.

Disperkim bangun landmark Kasepuhan Gelar Alam sebagai simbol pelestarian budaya Sunda.

DIKSARA.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan warisan budaya Sunda. Salah satu wujud nyata langkah tersebut terlihat di Kampung Adat Kasepuhan Gelar Alam, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok.

Plt Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, menyampaikan bahwa kehadiran dinasnya dalam perayaan Seren Taun ke-657, Minggu (5/10/2025), bukan sekadar bentuk seremonial, tetapi bukti kepedulian nyata terhadap keberlanjutan masyarakat adat.

“Ini bukan hanya kegiatan budaya biasa, melainkan warisan leluhur yang wajib dilestarikan. Kami hadir bukan sekadar menyaksikan, tapi juga ikut membangun,” ujar Herdiawan, Senin (6/10/2025).

Sebagai bentuk dukungan konkret, tahun ini Disperkim membangun landmark bertuliskan ‘Kasepuhan Gelar Alam’ yang menjadi simbol identitas komunitas adat. Ke depan, kata Herdiawan, pihaknya juga berencana membangun gapura kasepuhan sesuai arahan Bupati Sukabumi.

“Pelestarian budaya tidak cukup dengan seremoni dan retorika, tapi juga tindakan nyata. Landmark ini adalah bukti bahwa pemerintah menghormati identitas budaya masyarakat adat,” tegasnya.

Selain landmark, Disperkim juga telah menyalurkan sejumlah bantuan infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup warga kasepuhan tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisi mereka.

“Infrastruktur yang kami bangun adalah bagian dari komitmen jangka panjang agar masyarakat adat tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di tengah arus modernisasi,” tambahnya.

Menurut Herdiawan, makna Seren Taun tidak hanya terletak pada prosesi adatnya, tetapi juga pada kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
“Yang utama dari Seren Taun ini adalah duduk bersama masyarakat, mendengar suara mereka. Bukti bahwa pemerintah tidak hanya ada di kantor, tetapi hadir di tengah rakyatnya,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Syukuran Hari Nelayan Ke-69 Ciwaru Jadi Ajang Pelestarian Budaya Dan Penguatan Pariwisata
Bupati Sukabumi minta APSI jadi motor penggerak peningkatan kualitas pembelajaran
DPRD Kabupaten Sukabumi Bahas Hasil Reses, KUA-PPAS 2027, hingga Perubahan Alat Kelengkapan Dewan
Pemkab Sukabumi Petakan Strategi Percepatan Target UHC Bersama Tim Percepatan Jabar
Wabup Sukabumi Hadiri Puncak Seren Taun Kasepuhan Girijaya, Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya Adat
Bupati Sukabumi Hadiri Seren Taun ke-447 Kasepuhan Sinaresmi, Tegaskan Tradisi Sarat Nilai Luhur
Jembatan Gantung Prima Jantake Diresmikan, Bupati Sukabumi Dorong Akses dan Perekonomian Warga
Hari Bhayangkara ke-80, Polres Sukabumi Gelar Upacara dan Sampaikan Amanat Presiden

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:22 WIB

Syukuran Hari Nelayan Ke-69 Ciwaru Jadi Ajang Pelestarian Budaya Dan Penguatan Pariwisata

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:21 WIB

Bupati Sukabumi minta APSI jadi motor penggerak peningkatan kualitas pembelajaran

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:12 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi Bahas Hasil Reses, KUA-PPAS 2027, hingga Perubahan Alat Kelengkapan Dewan

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:35 WIB

Pemkab Sukabumi Petakan Strategi Percepatan Target UHC Bersama Tim Percepatan Jabar

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:49 WIB

Wabup Sukabumi Hadiri Puncak Seren Taun Kasepuhan Girijaya, Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya Adat

Berita Terbaru